SELASA, 13 SEPETEMBER | 22:13 WIB
Pemerintah Rancang Pelabuhan Ekspor Berkapasitas Besar
Lukas Adi Prsetya
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah mengupayakan pembangunan pelabuhan, yang mampu melayani kebutuhan ekspor berskala besar dalam jangka 10-15 tahun mendatang. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa (13/9/2011) di Jakarta, menyatakan, persoalan infrastruktur penunjang yang kurang memadai, termasuk di dalamnya sarana pelabuhan, menjadi salah yang dikeluhkan investor luar negeri.
Dalam pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Direktur Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, pun perbaikan infrastruktur juga diminta pihak Toyota. Apalagi dalam beberapa tahun mendatangn mereka akan memperluas ekspansi investasinya hingga Rp 3,2 triliun.
"Ada satu hal disampaikan ke pemerintah Indonesia, bagaimana mereka berharap infrastruktur yang baik, fasilitas pelabuhan khususnya, sehingga mempercepat arus barang dan suku cadang agar bisa lebih optimal," kata Julian.
"Bapak Presiden menyikapi harapan Toyota dan investor asing di Indonesia, bahwa pemerintah akan berupaya kembangkan pelabuhan yang mumpuni, yang baru. Diperlukan waktu 10-15 tahun mendatang," lanjutnya.
Sementara ini menurut dia, yang dilakukan pemerintah adalah mengembangkan infrastruktur yang ada, khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
WHY
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Trailer Tujuan Kalimantan Direct Inland Transport
Kurun waktu tiga tahun belakangan ini para pelaku usaha dijagat transportasi darat dan laut, semakin ketat dalam persaingan, kemudahan kemud...
-
Sekilas info untuk data Pelayaran yang terdaftar dalam registrasi pemerintahaan yang mengatur bagian lalu lintas laut. Antara lain sebagai b...
-
Bill of lading adalah bukti konosemen yang dikeluarkan oleh operator pelayaran sebagai bukti pengiriman yang melalui pengirimannya dengan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.